Senin, Juni 01, 2009

Tentang Wanita


Sesungguhnya wanita itu mutiara.
Seorang pria perlu menyelam jauh ke
dasarnya untuk
mendapatkan kecantikan sesungguhnya.
Karenanya,
melihat dengan tanpa membuka tabir
hatinya niscaya
hanya semu sesaat yang seringkali mampu
mengelabui
mata.
Seorang pria juga perlu berjuang
menyusur ombak,
menahan arus dan menantang semua bahaya
untuk bisa
meraihnya.
Dan tentu untuk itu, pria tersebut
harus memiliki
bekal yang cukup sehingga layak dan
pantas mendapatkan
mutiara indah itu.

Wanita itu merupakan separuh dari jiwa
yang hilang.
Maka seorang pria harus mencarinya
dengan seksama,
memilihnya dengan teliti, melihat
dengan hati-hati
sebelum menjadikannya pasangan jiwa.
Karena jika salah, ia tidak akan
menjadi sepasang jiwa
yang bisa menghasilkan bunga-bunga
cinta, melainkan
noktah merah menyemai pertikaian.
Ia tak akan bisa menyamakan langkah,
selalu bertolak
pandang sehingga tak memberikan
kenyamanan dan
keserasian.
Ia tak mungkin menjadi satu hati meski
seluruh daya
dikerahkan untuk melakukannya.
Dan yang jelas ia tak bisa menjadi
cermin diri disaat
lengah atau larut.

Kecantikan wanita bukan hanya terletak
pada pakaian yang
dikenakannya, bukan hanya pada bentuk
tubuhnya, atau cara
dia menyisir rambutnya.
Kecantikan wanita terdapat pada
matanya, cara dia
memandang dunia.
Karena di matanya terletak gerbang
menuju ke setiap
hati manusia, di mana cinta dapat
berkembang.
Kecantikan wanita bukan pada kehalusan
wajahnya.
Tetapi kecantikan yang murni, terpancar
pada jiwanya,
yang dengan penuh kasih memberikan
perhatian dan cinta
dia berikan kepada Allah ataupun kepada
keluarga.
Dan kecantikan itu akan tumbuh
sepanjang waktu.
Tak tidak rentan dimakan oleh waktu dan
zaman.

Semarak cahaya kecantikan para wanita
sesungguhnya
tersembunyi dalam pribadinya masing-
masing.
Untuk membentuk bibir yang menawan,
ucapkan kata-kata
kebaikan.
Untuk mendapatkan mata yang indah,
carilah kebaikan
pada setiap orang yang anda jumpai.
Untuk mendapatkan bentuk badan yang
langsing,
bagikanlah makanan dengan mereka yang
kelaparan.
Untuk mendapatkan sikap tubuh yang
indah, berjalanlah
dengan segala ilmu pengetahuan, dan
sesungguhnya ia
tidak akan pernah berjalan sendirian.

Namun sikap yang tepat dan bijak harus
diberikan
seorang pria mengingat wanita itu
terbuat dari tulang
rusuk yang bengkok, yang apabila
terdapat kesalahan
padanya, pria harus berhati-hati
meluruskannya.
Terlalu keras akan mematahkannya,
dibiarkan juga salah
karena akan tetap pada kebengkokannya.
Sesungguhnya dalam setiap hati
perempuan ada bunga api
surgawi yang terpendam di siang hari
kemakmuran,
tetapi yang marak dan berkobar dalam
jam-jam kegelapan
kesengsaraan. Inilah salah satu
kebengkokan yang harus
diluruskan itu, bagai mutiara yang
masih tersimpan
dalam cangkangnya.
Meski demikian, tidak sedikit pria
harus membiarkan
wanita kecewa demi meluruskan kesalahan
itu, toh
setiap pria yang melakukan itu pun
sangat yakin bahwa
kekecewaan itu hanya sesaat kerena
selanjutnya akan
berbuah manis.

Manusia, jauh melebihi segala ciptaan
lain.
Perlu sentiasa berubah, diperbaharui,
dibentuk
kembali, dan diampuni.
Jadi, jangan pernah kecilkan seseorang
dari hati anda.

Apabila anda sudah melakukan semuanya
itu, ingatlah
senantiasa : jika suatu ketika anda
memerlukan
pertolongan, akan senantiasa ada tangan
terhulur.
Dan dengan bertambahnya usia anda, anda
akan semakin
mensyukuri telah diberi dua tangan,
satu untuk
menolong diri anda sendiri dan satu
lagi untuk
menolong orang lain