Sabtu, Agustus 07, 2010

INKM 2010

INKM ITB 2010 sudah berlalu, sekarang saatnya menatap jauh kedepan untuk menjalankan kuliah dengan penuh semangat. Saya TAPLOK, sangat senang sekali karena bisa melakukan interaksi langsung dengan mahasiswa baru ITB 2010, jujur pengalaman menjadi taplok akan sangat berkesan dan tidak akan pernah saya lupakan bersama partner saya Yolan Ganfita dan Galang 'pepe' Putra. Sekali lagi, pengalaman menjadi taplok akan sangat berkesan bagi saya.

Diklat selama 2 bulan dilakukan sebagai syarat menjadi penata dan penertib kelompok. Libur selama 2,5 bulan saya korbankan hanya untuk bisa memegang panji dan mengenakan baju biru muda bertuliskan "OSKM 2010 Institut Teknologi Bandung - ANTAKUSUMA". Tapi bukan itu inti dari diklat selama 2 bulan, intinya adalah selama 2 bulan itu bagaimana kita bisa menyerap pembelajaran dan esensi dari tugas dan materi yang diberikan, yang kemudian kita berikan lagi materi yang telah kita dapat kepada "Mahakarya Ganesha 2010" demi memberikan impresi mahasiswa ideal yang harus dimiliki oleh setiap massa kampus ITB. haha (ketawa dulu).

Sungguh diklat 2 bulan tidak terasa, ckckck, 2 bulan liburan ini lebih menyenangkan daripada bervacation ke eropa. Sungguh sangat menguras tenaga dan pikiran, karena selama diklat saya ga hanya berkontrasi pada diklat terpusat dan diklat taplok, tapi ditambah juga osjur (ospek jurusan) program studi teknik elektro, namanya MBC (Masa Bina C.I.N.T.A)

sebenarnya saya ingin main battlefield 2, tapi flashdisknya ga ada. #naon

Intinya saya menulis blog ini adalah banyaknya pembelajaran yang saya dapatkan dari mengikuti menjadi panitia INKM 2010 divisi taplok.
Jujur INKM 2010 berjalan tidak lancar dengan alasan yang mungkin ga boleh saya sebutkan disini, karena ini masalah internal kampus saya. Saya sangat kecewa, saat closing massa kampus yang paling sangat kecewa atas keberjalanan closing tersebut.
Disini danlap (komandan lapangan) dan juga korlap (koordinator lapangan) diuji, mereka harus mengambil keputusan yang membawa nama baik mahasiswa ITB, dan juga agar 2010 mendapatkan impresi terbaik dari massa kampus dan tercapainya pewarisan nilai-nilai moral kepada mahasiswa baru 2010. Oh iya, pengambil keputusan tertinggi saat itu ada di tangan Presiden KM (keluarga mahasiswa) ITB, Herry Dharmawan.