Senin, Juli 02, 2012

Pyroshow

Pertandingan Persib vs. Persidafon tadi, 2 Juli 2012 merupakan pertandingan terakhir kandang Persib di stadion Siliwangi pada putaran Liga Indonesia 2011/2012, yang dimana 2 pertandingan terakhir Persib akan melakoni laga tandang.

Berikut saya share foto-foto yang didapat dari twitter.






 Photographs of the journalists


 Flare



 Pyroshow


 Penglihatan hanya sekian meter


 NorthSide
Bersebelahan dengan Viking

 SouthSide
Bersebelahan dengan Bomber


 Poznan NorthSider


NorthSide vision of a few meters

Memulai Perubahan Pola Pikir Bobotoh Pelajar

Tulisan berikut saya ambil dari artikel di buletin NorthSider Terrace Fanzine #2 yang saya dapat saat istirahat setengah main ketika menyaksikan Persib bertanding di Siliwangi melawan Persidafon. Buletin tersebut sengaja disebar oleh gabungan beberapa supporter Persib yang berada di salah satu bagian di tribun utara stadion Siliwangi, dengan tujuan memberikan bahan bacaan kepada bobotoh disaat menunggu babak ke 2. Tulisan yang cukup bisa memberikan mungkin sedikit saja pencerdasan kepada yang membacanya :)


 Memulai Perubahan Pola Pikir Bobotoh Pelajar
text by @studentclass05

Kalau 2 atau 3 tahun yang lalu kita melihat tribun di stadion siliwangi tempat homebase PERSIB BANDUNG selalu sesak, karena banyaknya bobotoh yang tidak memiliki tiket dan memaksakan untuk masuk dengan cara apapun itu. Ditambah lagi chants yang bernada kebencian juga rasis, yang sesungguhnya TIDAK PANTAS didengar untuk pelajar bahkan dibawah umur yang ingin menyaksikan  pertandingan Persib. Itulah yang membuat kami tersadar untuk mengubah image dari diri kami menjadi bobotoh sesungguhnya. Terutama setelah melihat banner Flowers City Casuals yang dulu terpampang di salah satu sudut tribun  VIP stadion Siliwangi Bandung.

Dengan mengusung casuals style dan mengdopsi england terrace culture dalam mendukung Persib, kami mencoba sejalan dengan ikut bergabung dengan FCC yang sekarang mendiami sudut tribun siliwangi atau biasa disebut Northside Soul Terrace. Bobotoh casuals tingkat pelajar tersebut disebut Student Class Bobotoh. Dalam perjalanannya mendukung Persib di stadion, tentunya sama seperti Working Class (Kelas Pekerja.red) yang kebanyakan hanya bisa menyaksikan Perisb saat weekend saja, Student Class harus membagi waktu antara tuntutan pelajaran di sekolah dengan waktu pertandingan. Karena ada saja diantara kami yang bersekolah siang hari sedangkan pertandingan berlangsung sore hari. "Nyolong-nyolong" waktu walaupun ada pelajaran penting dihari itu bahkan saat Ujian Kenaikan Kelas sekalipun. 

Kami berkumpul dengan kawan FCC yang lain dan kelas pelajar dari berbagai penjuru kota Kembang. Kami juga selalu bersilaturahmi lewat akun jejaring sosial facebook maupun twitter @ FCCasuals05 , @Studentclass05, @TwentyCasuals, @Ultras25shs dan @DrunkenTroopers baik untuk berdiskusi atau  hanya bercanda saja. Walaupun kebanyakan rekan -rekan FCC lebih dewasa dari kami, tetapi tak ada sedikitpun rasa canggung untuk ikut berpartisipasi dan ikut bercanda dengan rekan-rekan  yang lainnya dengan tetap menjaga kesopanan agar tetap segan terhadap yang lebih tua. "Sama rata, sama rasa","Tak kenal maka tak salaman","Bela apa yang kami cinta, caci apa yang kami benci", "Intina kudu silih wawuh" dan "Silih bebaskeun, silih Do'akeun" adalah beberapa kata yang pernah kami dengan dari para rekan-rekan yang membuat kami selalu bersemangat dalam mendukung kebanggan kami PERSIB BANDUNG. 

Kembali ke pola pikir, pelajar diidentikan dengan kata "labil" karena faktor umur yang belum bisa membawa ke arah yang lebih dewasa dna ditambahnya tekanan dari berbagai pola pikir yang bisa dengan sangat mudah mempengaruhi pemikiran anaj muda tersebut. Itu baik jika diisi dengan hal positif, sefangkan kalau diisi dengan hal negatif? Tentu saja yang akan masuk kedalam pikiran kita adalah kebencian dan tingkat egoisme yang tinggi. Tetapi mulai dari diri sendiri dan kecintaan kepada Persib lah yang membawa kami ke arah lebih positif da;am hal mendukung Persib, cara berpakaian, dan polah hidup  yang bisa dipandang positif oleh orang lain. Tindakan rasisme dalam sepak bola pun semakin berkurang setelah adanya rasa sadar diri bahwa tidak ada untungnya kita bertindak rasis, "pemain Persib-nya juga nggak akan semangat kok dinyanyiin chant bernada rasisme mah"

Sekarang casuals penghuni Norhtside Terrace pun semakin banyak bahkan sangat banyak, dan berharap bobotoh semakin dewasa dalam hal mendukung PERSIB apapun caranya, PRIDE !!!

 

Bobotoh Antifasis

Tulisan berikut saya ambil dari artikel di buletin NorthSider Terrace Fanzine #2 yang saya dapat saat istirahat setengah main ketika menyaksikan Persib bertanding di Siliwangi melawan Persidafon. Buletin tersebut sengaja disebar oleh gabungan beberapa supporter Persib yang berada di salah satu bagian di tribun utara stadion Siliwangi, dengan tujuan memberikan bahan bacaan kepada bobotoh disaat menunggu babak ke 2. Tulisan yang cukup bisa memberikan mungkin sedikit saja pencerdasan kepada yang membacanya :)


Bobotoh Antifasis
text by @ouwly

Antifa Bobotoh, kependekan dari kata anti fasis dan bobotoh. Dalam sudut pandang awam dan populer fasisme seringkali disangkutpautkan dengan Hitler, Nazi dan segala macam embel-embelnya. Fasisme juga seringkali dikaitkan dengan anti-yahudi, sehingga faham neo-nazi dengan mudahnya begitu populer di beberapa kalangan Islam garis keras di negeri ini dengan semangat kebencian terhadap suatu ras.

Lantas apa itu fasis? dalam pengertian yang njlimet fasis atau fasisme adalah gerakan radikal ideologi nasionalis otoriter politik. Fasis berusaha untuk mengatur bangsa menurut perpektif korporitas, nilai dan sistem, termasuk sistem politik dan ekonomi. Fasis meninggikan kekerasan, perang, dan militerisme sebagai memberikan perubahan positif dalam masyarakat. Dalam bahasa sederhana, atau definisi sempit menurut kami, fasis adalah ideologi yang anti toleransi, pun terhadap keberagamaan kultur di atas tribun, mengagungkan simbol-simbol kebencian dan kekerasan terhadap warna lain dalam membangun kekuatan supporter. 

Tidak dipungkiri bahwa rivalitas adalah bagian dari kultur sepak bola, namun bukan kebencian terhadap warna lain adalah hal meski kita umbar saat kita berada di atas tribun, penganut antifa bobotoh lebih mengutamakan dukungan mereka terhadap tim kesayangan, menyuarakan yel-yel positif yang bisa mengobarkan semangat saat Persib Bandung berlaga, adalah tujuan utama dari kami saat berdiri tegak di belakang gawang, bukan untuk mengumbar kebencian terhadap warna lain. 

"Stay Your Ground" adalah prinsip yang kita pegang di atas tribun, pengertiannya kurang lebih "mereka jual kita beli" jangan pernah memulai suatu konflik yang berhubungan dengan bola, namun jika ada yang memprovokasi kita, jangan gentar, pertahankan apa yang kita yakini itu benar, ini lebih kepada masalah laki-laki, lawan apa yang telah mengusik harga diri kita, namun ingat, tunjuk siapa yang bermasalah, jangan pukul rata, jangan pula keroyokan, do the fair fight! at last.  Kalau pun konflik, perkelahian, tos-tosan, yeah whatever it's name, ingat, kita bukan pembunuh, tau batas, gunakan tangan kosong, pastikan kita sadar (dalam artian tidak ada substansi  yang membuat kita lepas kontrol) dan sekali lagi! jangan keroyokan. Jangan sampai ada nyawa ataupun yang terluka parah disini! hidup terlalu berharga jika meski mati untuk bola-bolaan kawan!

Lalu sejenak kita melihat kebelakang, bukan membuka lembaran duka, tragedi 27/05 kemarin seharusnya menjadi titik balik bagi kita untuk sesaat merenung, akan dibawa kemana arah kultur supporter negeri ini, sementara untuk berharap lebih pada kinerja dari otoritas yang berwenang (PSSI-PANPEL-POLISI) untuk membuat regulasi keamanan dan kenyamanan dalam menikmati sepak bola di tribun manapun di negeri ini rasanya masih teramat jauh. Sebagai supporter kita sendiri harus menciptakan kenyamanan tersebut, mulai dari memberi ruang terhadap supporter tamu walau tidak harus menyambutnya secara berlebihan, saling menjaga di atas tribun, tidak untuk menyanyikan lagu-lagu yang bernada provokatif dan tidak layak didengar fans di bawah umur, ingat banyak anak kecil di atas tribun. 

Balik lagi ke konteks anti-fasis di atas., intinya balik lagi tujuan kita datang ke tribun, kita supporter, bukan untuk menjadi haters, teman. 

NB: Percayalah kawan! jika disini kamu mengagungagungkan Adolf Hitler dengan segala embel-embel Nazinya, coba sekali-kali jika kamu punya waktu dan rejeki labih berangkat untuk menyaksikan secara langsung Liga Jerman atau liga di negara-negara Balkan, carilah tribun dimana supporter sayap kanan dan ultra nasionalis berkumpul dengan banner dan giant flag swastika, sapa mereka dan bilang kamu dari Indonesia, jika perlu sebut agama yang kamu anut sekalian. Hmmm, saya tidak yakin kamu akan baik-baik saja kawan :)

Selasa, Februari 14, 2012

INI BANDUNG!! Ini kota kami..

Paris Van java Kota Seni dan Budaya

Dari PERSIB di Liga Indonesia

Kami bangga pernah jadi JUARA!!!!


Jumat, Juli 01, 2011

Viking ITB

Tersisa 2 laga terakhir bagi Persib di akhir Musim ini.
Kedua laga tersebut penting bagi persib sebab menentukan posisi dimana akan bertengger di akhir musim. Wajar saja sangat penting sebab sebagai tim Besar, Persib terjebak pada kemelut tiap pertandingan yang mengharuskan berkutit di papan tengah klasemen.

Kami Mahasiswa ITB yang sedang mengisi liburan berencana pergi ke stadion Si Jalak Harupat, Soreang untuk mendukung tim kesayangan warga Jawa Barat bahkan Indonesia.

Kami pergi ber-empat, 3 orang Bandung dan 1 lagi orang Jakarta yang cukup simpati terhadap Persib.


Di luar stadion. GREAT !!


Lobby SJH.


Lapang stadion Si Jalak Harupat


Ketika pertandingan berakhir beberapa bobotoh turun ke lapangan untuk berfoto maupun menyambut pemain dari ruang ganti.


Tengah lapang, empuk lho..


Selonjoran di lapang, kapan lagi ??

Hareupeun gawang.


Bus PERSIB Bandung



Senin, Februari 14, 2011

Sarung Tangan Motor setelah di Jahit

Jaket Himpunan




Ini adalah tentang foto Jaket Himpunan di kampus saya, nama himpunannya adalah HME (Himpunan Mahasiswa Elektroteknik) ITB.